Rabu, 26 Oktober 2011

Kamis, 20 Oktober 2011

jasad kumal

jasad-jasad kumal, hidup dalam bara, hidup dengan nama - dengan harga. mual!

Rabu, 19 Oktober 2011

habis

semakin dalam, seperti tertikam dari dalam. roboh, jiwaku berhamburan dari mulut karang!

maQra'

pada maqra'-maqra' tertentu mestinya kita berhenti, membaca kembali alif-alif tegak berdiri, sejenak menghela nafas, mengendorkan urat nadi.
pada maqra'-maqra' tertentu mestinya kita berhenti, membaca kembali titik-titik yang terlalui, membenarkan letak sudut hati, berempati, mengaji.

Selasa, 18 Oktober 2011

parah

semakin terpelajar, semakin kurang ajar
sekolah tak ubahnya selokan, digenangi air bah dan comberan.
guru lebih memilih mengajar dari pada menjadi pendidik yang lambat laun mulai kehilangan daya tarik. parah!

wanita


















“apa yang engkau sembunyikan dariku, saudaraku?”


“api dan dua bola mata”

“selain itu?”

Senin, 17 Oktober 2011

[ . ]

mengejar garis,
titik terlempar jauh dari maqamnya

Minggu, 16 Oktober 2011

cahayabiru

gelap. bangkai malam lelap dalam pelukan perawan.
istirahatl
ah malam, nikmati saja mayatmu yang bersimbah darah, dalam jamuan mimpi cahaya biru menari-nari di titik remang.

peta sorga

nak, kemarilah. ayah sedang melukis peta sorga di telapak kaki bundamu. kelak, di titik ini kita akan berjumpa. berbaktilah nak!
 http://www.facebook.com/photo.php?fbid=167932933248299&set=a.101644733210453.708.100000947794312&type=3 

lahat

jasad kumal. darah menyala di satu lubang dadanya, di sisi lain sobekan hati bernanah ; menunggu ajal [ia] terkapar, pasrah!

Sabtu, 15 Oktober 2011










 tiga titik dan rindu tak dimengerti


 

Anak Bumi

Tentang awan, hujan dan badai, bunda selalu menceritakan itu.
Pesan beliau hanya satu 'tanam dalam jiwamu makrifah bumi, kelak kau akan mengerti bagaimana bumi memperlakukan kodratnya dalam sunnah semesta. Berdoalah nak!'